Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17

Goyah

Apa yang seharusnya rasa punya? Seberapa layak rasa hidup? Bagaimana rasa terobati? Mengapa rasa terus tumbuh? Beri aku jawaban Apakah rasa harus menemukan jawaban? Atau dia hanya boleh diam menyimpan? Sering bersalah namun beginilah hati Aku ingin menikmati hidup dengan waktu ini Menemukan kebahagiaan bersamanya pula Melakukan hal konyol dengannya Bercerita dengan tanpa tahu alurnya Menyatakan tujuan dengan diskusi-diskusi ringannya Membuat semakin sesak Memberi ruang, sama saja itu jahat. Ikuti ceritanya, menciptakan kegundahan lara Berusaha diam, menyimpan, memendam Aku takut tak pergi jua Mengatakannya apakah akan membuat nyaman? Aman? Sedih saat rasa hanya disimpan dalam-dalam Kurasa akan mengalirkan kecemburuan Tak tega dengan rasa sekarang Tapi perlu ku utarakan agar menyegarkan Kupikir perlu kukatakan agar menjadi lega Tanpa menunggu keterbalasannya Karena aku hidup dengan jelas __________________ 16 mart | 22:16

Rumahku

Berbahagia dengan syukur. Mensyukuri atas dasar cinta Meneruskan hati yang sudah berpijak Berjalan bersama harapan Tidak untuk menggoda namun memang kita harus bahagia Memiliki hati setulus itu Aku sendiri yang tidak tahu diri Mencari kesenangan untuk menyempurnakan keinginan Memaafkan rasa yang sering tertiup angin. Percayalah aku punya rumah dan kau harus tahu itu Setiap yang memiliki rumah dia akan kembali Sejauh dia pergi Yang dia ingat hanya akan kembali Itulah kamu Kamu adalah rumah Kenapa aku harus pergi membawa barang-barang ku Sedang di rumah itu selalu ada tempat ternyaman di sana. Kalau pun aku pergi Aku hanya akan berpamitan. Jika aku marah beri aku ruang sendiri untuk berfikir mencari jalan lain Ajak aku berdiskusi mengenai pikiranmu atau topik topik yang menarik. Misal membicarakan mengenai masa depan Di mana anak-anak kita akan tinggal ? Tempat mana yang akan kita kunjungi saat liburan tiba? Hahaha ... kamu menarik dengan m isteri Tuhan yang menye...

Cara

Tidak ada yang tau bagaimana hati ini tercipta Menumbuhkan berbagai rasa dan warna Berubah dengan sendirinya karena sentuhan Mengubah beberapa perspektif dengan mudah Terheran-heran dengan godaan Sesekali menjadi rakus untuk nyaman Sejauh-jauhnya terbang Sesering-seringnya pergi Secepat-cepatnya mengelak Yang sabar akan disini Yang mau memaafkan akan disayangi Tidak ada yang mau begitu saja berpaling Tidak ada yang seenaknya pergi Tidak ada yang bisa berproses secepat cahaya Tidak akan sesingkat kedipan mata Hanya saja tidak perlu banyak kau tau Hanya tidak saja perlu ku katakan Hanya perlu ku wujudkan Dengan gambaran-gambaran sketsa tipis Jika kau tidak melihatnya Tanyakan pada Tuhan Aku juga beranjak dengan genggaman yang sempat kau titipkan Memeluk bersama kehidupan Cemburu untuk percaya kebersamaan Kita sedang sama-sama menanti untuk satu Mengucap sumpah mati didepan saksi 09 Maret | 11:35