Langsung ke konten utama

Ujung Rasa

Terimakasih rasa
Menemukannya memang tak mudah
Mengundangnya juga tak mungkin
Aku menikmati keindahan mu
Ku temukan pula jawabanmu

Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad
Beranikan diri untuk tahu
Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya
Dia memang memenuhi jiwaku
Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya

Maaf sayang aku goyah
Rasaku pada kenyataannya adalah palsu
Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu
Bisik-bisik panggilannya mulai layu
Dibungkus hal sama rata, sama rasa
Aku salah mengartikannya
Tak banyak yang dibicarakan.

Tersadar...
Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi
Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai.

(Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2)
_________________
20 mart • 03:17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Hitung

Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut.  Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan  Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh  Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310

detik P A L S U

Lekukan cangkirmu masih ku amati Tak juga ku sentuh, bahkan tak mau lagi ku toleh isi pekat kopinya Melihat saja sudah cukup Karena hak yang tak layak ku dapat Sesekali sadar, kurasa tidak apa Karena sering ku lebih tidak ingat Biarkan cangkir birumu dielus oleh yang empunya Ku tak lagi perlu ada dibawah bintang, atau diatas rumput basah, atau diantara kedua bola matamu Aku layak dengan hidup ku Dan kau pantas dengan rutinitasmu yang beku

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111