Langsung ke konten utama

Rumahku

Berbahagia dengan syukur.
Mensyukuri atas dasar cinta
Meneruskan hati yang sudah berpijak
Berjalan bersama harapan
Tidak untuk menggoda namun memang kita harus bahagia
Memiliki hati setulus itu

Aku sendiri yang tidak tahu diri
Mencari kesenangan untuk menyempurnakan keinginan
Memaafkan rasa yang sering tertiup angin.

Percayalah aku punya rumah dan kau harus tahu itu
Setiap yang memiliki rumah dia akan kembali Sejauh dia pergi
Yang dia ingat hanya akan kembali
Itulah kamu

Kamu adalah rumah
Kenapa aku harus pergi membawa barang-barang ku
Sedang di rumah itu selalu ada tempat ternyaman di sana.

Kalau pun aku pergi
Aku hanya akan berpamitan.
Jika aku marah beri aku ruang sendiri untuk berfikir mencari jalan lain
Ajak aku berdiskusi mengenai pikiranmu atau topik topik yang menarik.

Misal membicarakan mengenai masa depan
Di mana anak-anak kita akan tinggal ?
Tempat mana yang akan kita kunjungi saat liburan tiba?
Hahaha ...

kamu menarik dengan misteri Tuhan yang menyertai
Aku selalu penasaran dengan jalan Tuhan
Bagaimana Tuhan mencintai hambanya
Alasan Tuhan menciptakan manusia berpasangan?
Beberapa bocoran mengenai kamu

Kamu...

17 feb | 19:53

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Hitung

Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut.  Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan  Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh  Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310

detik P A L S U

Lekukan cangkirmu masih ku amati Tak juga ku sentuh, bahkan tak mau lagi ku toleh isi pekat kopinya Melihat saja sudah cukup Karena hak yang tak layak ku dapat Sesekali sadar, kurasa tidak apa Karena sering ku lebih tidak ingat Biarkan cangkir birumu dielus oleh yang empunya Ku tak lagi perlu ada dibawah bintang, atau diatas rumput basah, atau diantara kedua bola matamu Aku layak dengan hidup ku Dan kau pantas dengan rutinitasmu yang beku

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111