Langsung ke konten utama

Kesungguhan


Aku akan selalu mencari celah menerima mu
Akan selalu mencari jalan ketentraman untuk itu
Memaafkan diri
Tidak kemudian membenci
Atau menghakimi sikap
Mencari yang sesungguhnya diri

Aku hanya ingin lelah
Dan beristirahat bersama lelahku
Bukan dengan yang lainnya

Dirimu sekarang
Bukan untuk dirubah
Aku berusaha jalan
Untuk tegas memperjuangkan rasa
Namun semua ada keterbatasannya
Untuk memulai dan mengakhiri
Jika keterbukaan ku terlihat tabu dimatamu
Kehadiran seperti semu
Luka menjadi membiru
Tapi senyummu tak pernah berlalu

(22/12/19)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17