Langsung ke konten utama

Ketidakmampuanku

Aku suka dia kerja. Tp aku tidak suka dengan ketidakhadiran nya.
Dia tidak kerja. Akunya yang risau.
HP yang ada cuma Chat grup. Ada yg lainnya juga bukan seistimewa dia.

Aku yakinkan hati. Jika hati ini tidak salah mempersilahkan rasa baru, hadir.
Awalku yakinkan dia selalu mencoba mempermainkan rasa. Aku akhirnya mengikuti alurnya.
Yg sekarang ternyata aku pahami bukan itu masalahnya.

Doktrin dr nenek membuat semuanya mengambang untuk ku yakini. Doktrin dr ibu yang membuat nya semua tidak dapat ku mudahi.
Aku mencoba terus yakin takdir Tuhan itu indah. Berusaha dan jatuh itu kewajaran yang aku tanam.

Masing-masing ada porsi untuk datang dan pergi. Namun, aku tidak ingin berada dalam situasi itu berlama-lama. Sampai akhirnya tak terasa. Dia benar-benar hilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17