Langsung ke konten utama

Masih Ada

Menuju senja yang dinanti
Berniat mengajaknya
Apalah aku yang fakir cinta
Memiskinkan kasih sayang
Sampai semua abu-abu
Seolah memakan harapan
Yang menggantung dibuang

Dia sudah pergi
Harusnya aku mengindahi
Harusnya aku sudahi
Harus aku tutup hati
Katakan jika semua tertutup
Masih aku membayangi

Hal yang cukup jelas bukan aku
Tak ada hak
Tak ada lagi
Tak ada...
Harusnya memang harus ini

Mencengkram makna mencintai
Memegang kebahagiaan sendiri
Berdiri pada kerasnya pendirian

Dia memang spesial
Dia memang membuat bahagia
Dia memang... Memang begitu

Dia sudah membina kehidupan
Atas nama cintanya
Cinta dia, dan cinta mereka

Tak dapat ku pungkiri
Dia masih hidup dalam sanubari

Sen, 22 Juli 2019 14:39 wib

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17