Langsung ke konten utama

Yaqin (saja)

Seolah bersiap lari dalam hitungan ke-3.
Estafet keyakinan dengan hati.
.
Menaruh harap dalam keputusan asa-an.
Bibir berkata 'tidak' namun hati berbisik 'iya'.
.
Mulut tak perduli bermuara . Tanya ingat: bagaimana?
.
Menjelaskan relung pilu dalam tanya Dua waktu.
Sedang yang lain tersadar : ada hati yang tak ingin ditinggalkan. 
.
(Mh) 3/1/19_01: 50wib

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17