Langsung ke konten utama

Batas rasa

Tanyakan Rindu !
Palu dalam waktu
Mengundang sendu mendayu
Guratan raut satu
Tatkala harapan Qalbu
Bait kata tak mampu berkata
Tinggalkan Rindu !
Penyamun diantara bayang
Melayang dibawa terbang
Menari-nari dengan janji-janji
Itukan sajak yang kau cari?
Usirkan Rindu !
Jadi batu seribu abu
Semu-kan aku sesukamu
Misal debu kau telan
Menyesakkan kerongkongan
Bencikan aku pada Rindu !
Mengadu-kan rengek panjang
Sisakan biru hitam
Batin ditekan
Sudi lagi kepala kau tengokkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17