Langsung ke konten utama

Postingan

Hari Hitung

Postingan terbaru

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111

Home Sick

Kata orang tua "40 hari awal pantang pulang" Bertanya ku pada keadaan? Pulang yang mana? Untuk apa? Jika untuk menyiksa dgn kebosanan  Aku tau itu... Ntahlah ini berbeda tidak dengan orang yg sudah bekerja. Dan aku tersiksa untuk itu. Seperti dirantai kuat²  Sebulan kurang 4 hari lagi Artinya masih kurang 14 hari lagi Aku terbatasi Hal lainnya datang setelah ku berpikir ulang Sebuah pertanyaan yg mungkin hanya aku saja yang akan mengangan²nya "Apa kita tidak siap berumah tangga?" Ya.. memang banyak teori yg bertebaran  Jika menikah tidak boleh bergantung pada pasangan mu Ya.. saya sangat mendukung teorinya. Tp yg menjadi pertnyaan yakni "untuk apa menikah jika rasanya masih sendiri?" Sangat berbeda hanya jika kamu dulu tidur dengan guling.  Sekarang guling itu lebih bergerak dan bernapas Hanya jika dulu volume cucian porsi sendiri.  Sekarang hanya menambah porsi double. Hanya jika dulu makan, semau ibumu memasak. Sekarang itu tanggungjawab memikirkan menun...

detik P A L S U

Lekukan cangkirmu masih ku amati Tak juga ku sentuh, bahkan tak mau lagi ku toleh isi pekat kopinya Melihat saja sudah cukup Karena hak yang tak layak ku dapat Sesekali sadar, kurasa tidak apa Karena sering ku lebih tidak ingat Biarkan cangkir birumu dielus oleh yang empunya Ku tak lagi perlu ada dibawah bintang, atau diatas rumput basah, atau diantara kedua bola matamu Aku layak dengan hidup ku Dan kau pantas dengan rutinitasmu yang beku

Itu...

Apa yang perlu aku tulis? Membaitkan sebuah keindahan Membicarakan arti kebersamaan Tak perlu ambil hati dari pertengkaran Ada yang bilang.... Dua hal yang berkesinambungan Bak sayap bangau pembawa pesan Diciptakan Tuhan berlandas sayang Kadang mengelus Kadang kaku Kadang memberitahu Itu ibu, itu bapakmu Setia membimbing tak perduli rupa Berkeriput namun tetap dipaksa-paksa Mencarikan jalan ilmu Yang diharapkan sampai maut menjemput Menyiramkan kehidupan abadi surga Setelah itu

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17