Langsung ke konten utama

Home Sick

Kata orang tua "40 hari awal pantang pulang"
Bertanya ku pada keadaan?
Pulang yang mana?
Untuk apa?
Jika untuk menyiksa dgn kebosanan 
Aku tau itu...

Ntahlah ini berbeda tidak dengan orang yg sudah bekerja.
Dan aku tersiksa untuk itu.
Seperti dirantai kuat² 

Sebulan kurang 4 hari lagi
Artinya masih kurang 14 hari lagi
Aku terbatasi

Hal lainnya datang setelah ku berpikir ulang
Sebuah pertanyaan yg mungkin hanya aku saja yang akan mengangan²nya
"Apa kita tidak siap berumah tangga?"

Ya.. memang banyak teori yg bertebaran 
Jika menikah tidak boleh bergantung pada pasangan mu
Ya.. saya sangat mendukung teorinya.
Tp yg menjadi pertnyaan yakni "untuk apa menikah jika rasanya masih sendiri?"

Sangat berbeda hanya jika kamu dulu tidur dengan guling. 
Sekarang guling itu lebih bergerak dan bernapas
Hanya jika dulu volume cucian porsi sendiri. 
Sekarang hanya menambah porsi double.
Hanya jika dulu makan, semau ibumu memasak.
Sekarang itu tanggungjawab memikirkan menunya.

Tidak begitu berpengaruh signifikan dgn kehidupan sebelum nya. 

Cuma jarakmu dgn rumah bgtu jauh.
Ntah saya akan bertahan sampai titik mn untuk tidak mempunyai keinginan pulang.



22,1310

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Hitung

Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut.  Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan  Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh  Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310

Ujung Rasa

Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111