Lekukan cangkirmu masih ku
amati
Tak juga ku sentuh, bahkan
tak mau lagi ku toleh isi
pekat kopinya
Melihat saja sudah cukup
Karena hak yang tak layak
ku dapat
Sesekali sadar, kurasa tidak
apa
Karena sering ku lebih tidak
ingat
Biarkan cangkir birumu
dielus oleh yang empunya
Ku tak lagi perlu ada
dibawah bintang, atau
diatas rumput basah, atau
diantara kedua bola matamu
Aku layak dengan hidup ku
Dan kau pantas dengan
rutinitasmu yang beku
Komentar
Posting Komentar