Langsung ke konten utama

detik P A L S U

Lekukan cangkirmu masih ku
amati
Tak juga ku sentuh, bahkan
tak mau lagi ku toleh isi
pekat kopinya

Melihat saja sudah cukup
Karena hak yang tak layak
ku dapat

Sesekali sadar, kurasa tidak
apa
Karena sering ku lebih tidak
ingat

Biarkan cangkir birumu
dielus oleh yang empunya

Ku tak lagi perlu ada
dibawah bintang, atau
diatas rumput basah, atau
diantara kedua bola matamu

Aku layak dengan hidup ku
Dan kau pantas dengan
rutinitasmu yang beku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Hitung

Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut.  Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan  Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh  Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111