"dia beristri!"
bisik-bisik kecil ku lirihkan
"dia sudah tidak pantas dikasihani"
aku menahan kaki yang ingin terus berlari
mengejar obat hati yang terbawa pergi
harusnya tak seperti ini
lelah yang tek semestinya dirasa
"bagaimana jika kamu terluka sayang"
"sudah kubuatkan dinding, agar kamu tetap disini bersamaku"
Dia, hati terus berbicara
"kamu punya dia"
"dan dia terus tumbuh untuk bertemu, menyatu"
"tunggu saja takdirmu, jangan sampai salah lagi"
"bukannya kamu telah mematok: siapa yang layak kamu bukakan?"
"jangan bermain api"
"jangan sebarkan serbuk sari pada putik"
sampai akhirnya...
aku harus berdiri pada hati sendiri, pada kaki yang terlanjur lara.
melanjutkan hari yang selalu dinantikan.
"tinggalkan dia"
"tutup kisah tentangnya"
bisik-bisik kecil ku lirihkan
"dia sudah tidak pantas dikasihani"
aku menahan kaki yang ingin terus berlari
mengejar obat hati yang terbawa pergi
harusnya tak seperti ini
lelah yang tek semestinya dirasa
"bagaimana jika kamu terluka sayang"
"sudah kubuatkan dinding, agar kamu tetap disini bersamaku"
Dia, hati terus berbicara
"kamu punya dia"
"dan dia terus tumbuh untuk bertemu, menyatu"
"tunggu saja takdirmu, jangan sampai salah lagi"
"bukannya kamu telah mematok: siapa yang layak kamu bukakan?"
"jangan bermain api"
"jangan sebarkan serbuk sari pada putik"
sampai akhirnya...
aku harus berdiri pada hati sendiri, pada kaki yang terlanjur lara.
melanjutkan hari yang selalu dinantikan.
"tinggalkan dia"
"tutup kisah tentangnya"
Komentar
Posting Komentar