Langsung ke konten utama

Bingung

Diajaknya berdiskusi tentang air mata yang dibiarkan menggantung di mata kirinya. Pembicaraan tulusnya dibiarkan mengapung. Tidak ada sesal ataupun segaris tipis sutra kepergian. 

Adakah yang bisa membaca?

Tuhan..
Apa yang kau lampirkan pada hati yang sayu ? Siapa perduli rasa pahit dalam otak batu itu?
Aku berperan sebagai lacur hati. 
Ada didaftar kamusmu, bahasamu, pikir mu, atau tidak...
Dia berlari mencari takdir. Ingin dalam keingin taunya. Mengetahui ujung masa. Pada masa yang mencoret rasa.
Bukan dalam paragraf dia dituliskan. Satu hurufpun takan didapatkan. Masih berani membingungkan?

Pengemis pengertian tidak seharusnya disini. Matipun misteri. Mengiri atas prestasi. Kau harus se-presisi, misal ini?
Pelantun kata, dengarkan sepenggal lirik lagu mu. Agar aku ber-ta'lim , sesuai janjiku pada kehidupan.
(Untuk mu mas Muh, Kamis 2 Agustus 2018/ 1:04)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Hitung

Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut.  Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan  Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh  Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310

detik P A L S U

Lekukan cangkirmu masih ku amati Tak juga ku sentuh, bahkan tak mau lagi ku toleh isi pekat kopinya Melihat saja sudah cukup Karena hak yang tak layak ku dapat Sesekali sadar, kurasa tidak apa Karena sering ku lebih tidak ingat Biarkan cangkir birumu dielus oleh yang empunya Ku tak lagi perlu ada dibawah bintang, atau diatas rumput basah, atau diantara kedua bola matamu Aku layak dengan hidup ku Dan kau pantas dengan rutinitasmu yang beku

Merenung

Biarkan ekspektasimu menjadi ekspektasimu Harapan hanya harapan Banyak hal didunia memang tidak semua nyata Ia lebih indah disanubari sahaja Lelahmu menjadi lillah Ibadahmu tidak serta merta yg akan membawa surga Tp menyadari itu hal yg harus terus diperbaiki dan ditingkatkan lagi Karena harapan ditiru untuk generasi selanjutnya hanya itu Yg mengantarkan pada shodaqoh jariyah hanya itu 22,2111