Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Kaca

Jumat/01:25/270718 Ada seseorang yang benar-benar saya sudah percaya dia menjadi akhir pelabuhan hati. Mendekatinya dgn kesabaran. Menjaga Kata agar tak mengecewakan. Sedikit mengenal keseharian. Melewati media sosial/FB kami memulai perkenalan singkat,. Memang sampai hari ini belum pernah bertemu. Untuk video call saja tidak pernah. Dan yang aku ingat hanya ada beberapa voice note yang terkirim karena permintaan sederhana nya, mendengar kan suaraku. Itupun tadi. Beberapa fotopun aku baru saja hapu, nomor nya aku blokir sementara, Inbok FB aku 'libur'kan juga. Senjata makan tuan yang tidak pernah terfikir kan. Iya,,, memberitahukan nya tentang "PL suka2" sebutku. Tanpa aba-aba cukup lama. Bermula 3 kata, dia tanggapi celotehan isengnya. Siapa sangka aku mulai merasakan keganjilan yang dia pertanyakan.. Aku tidak mengatakan 'iya' ataupun 'tidak'. Tapi dia terus mengalirkan pertanyaan tanpa pikir panjang. "Bagaimana itu bisa terjadi?" M...

Bingung

Diajaknya berdiskusi tentang air mata yang dibiarkan menggantung di mata kirinya. Pembicaraan tulusnya dibiarkan mengapung. Tidak ada sesal ataupun segaris tipis sutra kepergian.  Adakah yang bisa membaca? Tuhan.. Apa yang kau lampirkan pada hati yang sayu ? Siapa perduli rasa pahit dalam otak batu itu? Aku berperan sebagai lacur hati.  Ada didaftar kamusmu, bahasamu, pikir mu, atau tidak... Dia berlari mencari takdir. Ingin dalam keingin taunya. Mengetahui ujung masa. Pada masa yang mencoret rasa. Bukan dalam paragraf dia dituliskan. Satu hurufpun takan didapatkan. Masih berani membingungkan? Pengemis pengertian tidak seharusnya disini. Matipun misteri. Mengiri atas prestasi. Kau harus se-presisi, misal ini? Pelantun kata, dengarkan sepenggal lirik lagu mu. Agar aku ber-ta'lim , sesuai janjiku pada kehidupan. (Untuk mu mas Muh, Kamis 2 Agustus 2018/ 1:04)