Dia..
Rentan waktu tak kuasa menghapuskan
Masih tentang sebuah rasa manis itu
Bak bunga pukul empat yang mekar kala gelap
Membawa kegelisahan mendalam
Diaa..
Tirai pait yang tersembunyi
Pengundang dengan aroma madu lebah pembunuh
Mengiang-ngiang mengambang
Menghinggapi lalu pergi
Diaa...
Tak hanya membunuh langkah kaki hari ini
Hingga berharap lupa karna ingatan yg kuat
Seakan memperjelas luka sayat
"Kaulah pemainnya"
Diaa..
Hidup dlm ingat tak perduli keterbalasanya.
Sama atau samasekali tidak ? : Dia kejam
Arahku tertutup
Namun demikian pasrah terbawa damai olehnya
Terimakasih rasa Menemukannya memang tak mudah Mengundangnya juga tak mungkin Aku menikmati keindahan mu Ku temukan pula jawabanmu Sepenuh tenaga kumpulkan menjadi tekad Beranikan diri untuk tahu Agar lebih sadar, tidak rabun atau sejenisnya Dia memang memenuhi jiwaku Dan tidak kutemukan di mana untuk keteguhannya Maaf sayang aku goyah Rasaku pada kenyataannya adalah palsu Kenangan-kenangan diingatkan ternyata semu Bisik-bisik panggilannya mulai layu Dibungkus hal sama rata, sama rasa Aku salah mengartikannya Tak banyak yang dibicarakan. Tersadar... Pada akhirnya air yang tertiup angin tidak menciptakan gelombang tinggi Terdengarnya hanya gemercik ombak yang menipis di bibir pantai. (Untuk perasaan yang berani berbicara tidak untuk menduga2) _________________ 20 mart • 03:17
Komentar
Posting Komentar