Dia..
Rentan waktu tak kuasa menghapuskan
Masih tentang sebuah rasa manis itu
Bak bunga pukul empat yang mekar kala gelap
Membawa kegelisahan mendalam
Diaa..
Tirai pait yang tersembunyi
Pengundang dengan aroma madu lebah pembunuh
Mengiang-ngiang mengambang
Menghinggapi lalu pergi
Diaa...
Tak hanya membunuh langkah kaki hari ini
Hingga berharap lupa karna ingatan yg kuat
Seakan memperjelas luka sayat
"Kaulah pemainnya"
Diaa..
Hidup dlm ingat tak perduli keterbalasanya.
Sama atau samasekali tidak ? : Dia kejam
Arahku tertutup
Namun demikian pasrah terbawa damai olehnya
Bahkan saat suatu hari nanti jika sudah waktunya perhitungan amal Siapa yg akan menyaksikan atau bercerita ketika aku hidup Jika dia adalah mulut. Dia akan mengatakan "Saat saya sudah berkeluarga dengan Fulan. Saya tidak pernah diajari mengaji" Jika dia adalah tangan Dia akan mengatakan "Saya sudah diajari bagaimana memberi dengan yg berkasih" Jika dia kaki Dia akan mengatakan "Sejauh ini saya blm pernah diajak kepada majelis yg baik" Jika dia adalah seluruh anggota tubuh Dia akan menyaksikan "dibandingkan dengan kebaikan. Saya lebih berjalan sendiri drpd diajari. Saya bergerak krn pesangon dr orang tua" 22,2310
Komentar
Posting Komentar