Siang yang cerah. Orang-orang sibuk hilir mudik di jalan raya. Bis tua yang terparkir didepan toko setia menunggu manusia menumpangnya untuk sampai pada tujuan mereka. Langit-langit rapuh dan berlubang dimana-mana. Namun, tidak banyak penumpang yang menghiraukannya. Duduk merebahkan tubuh, hanya itu yang mereka harapkan. Tanpa disadari mata ini menangkap seorang laki-laki dipinggir jendela dengan sengaja menyalakan rokoknya. Asap memenuhi dalam bis. Aku masih bisa menahannya. Hingga seorang ibu menegurnya. Kedua matanya menyipit. Mengisyaratkan kekesalan namun laki-laki itu akhirnya menyetujuinya. Dua baris kursi penumpang dari belakang. Perempuan berkerudung Oren bertas ungu terlihat tak mampu lagi menahan kantuknya, sampai-sampai kepalanya menyender dibahu orang tidak lagi dia rasakan. Ah sudahlah. Biarkan kepalanya menyender di bahuku. Tak selang lama terdengar suara ibu-ibu memenuhi bis. Logat Jawa yang kental dan suara lantangnya seolah tak ingin kalah dengan su...
Bagaimana hidupmu mengajari berbagai hal