Aku suka dia kerja. Tp aku tidak suka dengan ketidakhadiran nya. Dia tidak kerja. Akunya yang risau. HP yang ada cuma Chat grup. Ada yg lainnya juga bukan seistimewa dia. Aku yakinkan hati. Jika hati ini tidak salah mempersilahkan rasa baru, hadir. Awalku yakinkan dia selalu mencoba mempermainkan rasa. Aku akhirnya mengikuti alurnya. Yg sekarang ternyata aku pahami bukan itu masalahnya. Doktrin dr nenek membuat semuanya mengambang untuk ku yakini. Doktrin dr ibu yang membuat nya semua tidak dapat ku mudahi. Aku mencoba terus yakin takdir Tuhan itu indah. Berusaha dan jatuh itu kewajaran yang aku tanam. Masing-masing ada porsi untuk datang dan pergi. Namun, aku tidak ingin berada dalam situasi itu berlama-lama. Sampai akhirnya tak terasa. Dia benar-benar hilang.
Bagaimana hidupmu mengajari berbagai hal