Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Pengagum

25/01/19_10:33 Dia diam, aku bertanya-tanya.  Ada yang lari... Tapi aku menghalaunya.  Menari-nari  dibawanya senang. Terlihat bahagia dengan membawa asa.  Aku tau hati miris menyebut namanya. . Dari jauh ku tatapnya.  Entah dengan siapa dia berbicara?  Tangannya mengepal menggeram, Menggelayut layu. Tanpa perduli hati tetap menyimpan bisik rasa.  Mencoba menyatukan logika dan pengharapan pasti.  Sampai tak lagi ragu untuk menggenggam erat sela jari kasihnya.

Alur Pengharapan

24/01/19_ 23:13wib Aku hanya pemeran pembantu dalam laga,  yang terkadang dia beresiko tinggi untuk cidera  tapi tetap saja bermain didalamnya.   Atau .... pemeran pengganti? Yang mana aku harus menjadi dia untuk menyempurnakan kisah mereka. . Dan aku adalah aku  yang akan bahagia  diakhir senyum tawa kalian. . Hingga waktunya,  aku akan membangun cerita ku sendiri  dgn tambalan luka  pembungkus kebahagiaan.  Bersama terkasih  hingga saat nanti  aku tidak mampu lagi mengunyah  dengan gigiku sendiri

Yaqin (saja)

Seolah bersiap lari dalam hitungan ke-3. Estafet keyakinan dengan hati. . Menaruh harap dalam keputusan asa-an. Bibir berkata 'tidak' namun hati berbisik 'iya'. . Mulut tak perduli bermuara . Tanya ingat: bagaimana? . Menjelaskan relung pilu dalam tanya Dua waktu. Sedang yang lain tersadar : ada hati yang tak ingin ditinggalkan.  . (Mh) 3/1/19_01: 50wib

Pergi

Aku biarkan senyumnya berkeliaran liar dalam ingat, sebagaimana aku ingin menyisakan apa yang pernah ku sibak dgn kelembutan, ketenangan, hingga kasih sayang. . Apakah ada yang percaya, jika kau akan melupakan pikiran baik tentangnya ? Lalu kau akan terperangkap kuat, jika hanya ada kebencian yang kau ikat? Percayalah... Air akan senantiasa tenang mengikuti aliran sungai. Nada akan mengikuti pada ritmenya. Dan aku akan mengikuti dimana hati berbisik membicarakan nya. . Emha Jumat, 25 Jan 2019 - 22:43wib