Dia.. Rentan waktu tak kuasa menghapuskan Masih tentang sebuah rasa manis itu Bak bunga pukul empat yang mekar kala gelap Membawa kegelisahan mendalam Diaa.. Tirai pait yang tersembunyi Pengundang dengan aroma madu lebah pembunuh Mengiang-ngiang mengambang Menghinggapi lalu pergi Diaa... Tak hanya membunuh langkah kaki hari ini Hingga berharap lupa karna ingatan yg kuat Seakan memperjelas luka sayat "Kaulah pemainnya" Diaa.. Hidup dlm ingat tak perduli keterbalasanya. Sama atau samasekali tidak ? : Dia kejam Arahku tertutup Namun demikian pasrah terbawa damai olehnya
Bagaimana hidupmu mengajari berbagai hal